15 March 2016

Yovan Aspirandi : "Belajar Cerdas, IPK Teratas dan Prestasi Cadas!"

4194 times

Lulus kuliah dengan IPK sempurna? Jangan buru-buru mengatakan tidak bisa, suatu keinginan mulia jika dilandasi niat dan usaha akan berwujud sukses di depan mata. Hal ini telah dibuktikan oleh salah seorang lulusan Pascasarjana Universitas Terbuka, Yovan Aspirandi. Pria yang baru saja menyelesaikan studi S2 Manajemen Perikanan ini diundang untuk mengikuti upacara Wisuda di UT Pusat pada 5 April 2016 nanti. Yang lebih membanggakan, ia akan menjadi salah satu wisudawan yang berhasil meraih IPK tertinggi, yaitu 4, 00. Ya, IPK sempurna mampu ia capai berkat kerja keras dan semangat belajarnya yang patut diacungi jempol.

Saat berkunjung ke kantor UPBJJ-UT Pangkalpinang, Senin 07/03/2016, Yovan menceritakan bagaimana proses belajar yang ia terapkan sehingga dalam empat semester berturut-turut ia selalu mendapat nilai terbaik. “Sebelum pulang kerja, sejam-dua jam saya sempatkan untuk membaca atau mengerjakan tugas,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat ini. Yovan menambahkan, konektivitas jaringan internet yang lancar adalah faktor pendukung keberhasilan studinya. Sebagaimana diketahui, UT adalah universitas yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, maka dari itu internet merupakan media belajar yang penting dan besar manfaatnya bagi mahasiswa UT, pria kelahiran Jemenang, 9 Agustus 1985 ini sadar betul akan hal tersebut. Setelah semua pekerjaaan selesai, ia memanfaatkan secara maksimal fasilitas internet dari kantornya untuk mengikuti tutorial online. Selain itu, Yovan mengungkapkan bahwa ia sering pula berdiskusi dengan sesama mahasiswa di jurusannya mengenai modul perkuliahan ataupun tutorial online.

Ketika ditanya hal prinsipil apa yang membuatnya sukses menempuh pendidikan di UT, dengan lugas ia menjawab, komitmen dan kedisiplinan. “Ada komitmen dengan diri sendiri bahwa dalam beberapa tahun target harus lulus dan disiplin waktu,” ujarnya. Menurut Bapak satu putra ini, ketika memutuskan untuk kuliah berarti sudah tahu dan siap bahwa ada hal-hal yang harus dikorbankan, salah satunya adalah waktu. Pria yang hobi memancing dan bermain futsal ini mengatakan bahwa waktunya untuk keluarga otomatis berkurang dan itu merupakan resiko yang harus dihadapi. Pekerjaannya sebagaiKasie Kesyahbandaran di PPN Sungailiat cukup menyita waktu, alhasil hari libur (Sabtu dan Minggu) lebih sering ia gunakan untuk belajar. “Sabtu-Minggu kata orang saya kerja terus, padahal lagi ngerjain tugas”, ucapnya sambil tertawa.

Di akhir perbincangan, Yovan menyampaikan bahwa ilmu yang ia peroleh selama menjadi mahasiswa UT turut memberikan kontribusi bagi pekerjaannya. Bidang yang linear antara jurusan kuliah yang diambil dengan pekerjaannya selama ini sangatmendukung aktivitas profesionalnya. Lebih lanjut, sebagai saran untuk mahasiswa UT, Yovan menyampaikan agar dalam belajar mahasiswa tidak melulu terpaku pada modul, “Rajin membaca dari berbagai media yang tersedia dan jangan segan berdiskusi dengan rekan mahasiswa lain,” ujarnya menutup obrolan santai siang itu.

Pengalaman Yovan Aspirandi yang berhasil menamatkan kuliah dengan prestasi gemilang sekali lagi mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang sia-sia selama kita mau berjuang. Disiplin yang tinggi diiringi dengan strategi cerdas mengatur waktu antara bekerja dan belajar adalah kunci suksesnya. Selamat Yovan, belajar cerdas prestasi pun cadas! (rahma)

Last modified on Sunday, 02 October 2016 14:16

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Newsletter Subscriber

Name:
Email: